Sabtu, 07 November 2020

BATUROTOK BERDUKA SUMBAWA HUJAN AIR MATA

 

Kebakaran di Desa Baturotok

Innalillahi wainnailahi rojiuun…

Kabar duka datang dari saudara kita yang ada di Baturotok, Sumbawa. Pada hari ini, Sabtu, 07 Nopember 2020 pada pukul 16:10 WITA, tepatnnya di Dusun Baturotok 1, RT.01 RW.01, RT.02 RW.01, RT.03 RW.02, Desa Baturotok, Keecamatan Batulanteh, telah terjadi kebakaran yang menghanguskan lebih-kurang 100 rumah warga yang kebaran. Hingga laporan ini di terima oleh masyarakat dan pemerintah pada pukul 19:24 malam ini.

Link 👉Kebakaran di Desa Baturotok

Kronologi kejadian berawal dari Ledakan Aki di salah satu rumah warga yang berlokasi di Desa Baturotok Kecamatan Batulanteh, yang menyebabkan kebakaran yang meluas dan mengakibatkan hangusnya beberapa rumah warga. Diperkirakan kurang-lebih ada 100 rumah warga yang terbakar yang diakibatkan oleh kebaran ini. (Sumber;BPBD Sumbawa)

Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa, namun diperkirakan kerugian materil hamper mencapai milyaran rupiah. Hingga saat ini pukul 19:24 WITA api sudah berhasil dipadamkan oleh setempat. Warga dan pemerintah setempat masih membersihkan puing-puing bekas kebaran. Saat ini BPDB Kab.Sumbawa, masih terus memantau melalui media dan menyiagakan personilnya untuk mengantisipasi kejadian-kejadian atau kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi sewaktu-waktu.

(Sumber: BPBD Kab.Sumbawa)


Adapun kebutuhan pokok dan mendesak bagi Saudara-saudara kita yang ada di Baturotok diantaranya: ketersediaan Makanan, Selimut, Pakaian, Beras atau Sembako dan Tenda Gulung serta obat-obatan

Silahkan bagi saudara-saudara mengulurkan tangan untuk membantu Saudara-saudara kita di sana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa

Jln. Garuda Nomor 104 Sumbawa Besar, Kodepost 84315

Telp/Fax : 0371-2629579

Web : https://bpbd.sumbawakab.go.id/

WA – Kepala Pelaksana BPBD : 08123712798

WA – Sekretaris BPBD : 081915928321

·         Kabid Kedaruratan dan Logistik : 085333543111

Freq.VHF : 14.320 (Frequwensi Siaga)

Kordinat : 8.477101, 117.406857

MARI KITA BANTU SAUDARA KITA

UNTUK MERINGANKAN BEBAN MEREKA


Rabu, 04 November 2020

BARAPAN AYAM

Link 👉BARAPAN AYAM

Mari berkunjung ke Sumbawa, berbagai kultur budaya disuguhkan di sini Salah satunya Barapan Ayam.

Yang mana dua ekor ayam jantan di padukan/digandeng untuk bisa berlari bersama untuk dapat mengenai (strike) ke Saka =Pancang yang dipasang pada garis finish. untuk bisa tahu lebih lanjutan cara lari dan tata cara perlombaannya silahkan klik pada Link yang tersedia.

Next, publisher akan jelaskan lebih detail tentang Barapan Ayam. Dan sebagai literasi atau pengetahuan tentang Prasejarah Barapan Ayam ini, bisa juga dilihat Link pada tautan berikut ini:

 Salam....

Senin, 05 Maret 2012

Case Study


Aaacchh... a cup of Tea...
by: Nuzhatun Nazirien

Dengan penuh semangat dan persiapan yang matang saya menuju kelas IX-A. Pada hari itu saya akan mengajar tentang teks procedure. Saya berharap pada akhir proses belajar mengajar, apa yang akan saya sampaikan dapat direspon dengan baik oleh siswa. Tujuaan pembelajaran saat itu siswa mampu membuat text procedure sesuai dengan generik structurenya dan ciri kebahasaan yang digunakan dalam teks tersebut.

Pada awal pertemuan seperti biasa saya menanyakan keadaan siswa. Kemudian saya memotivasi siswa dengan pertanyaan-pertanyaan, misalnya: do you like to drink a cup of tea? can you make it by yourself mention what you need! how do you make a cup of tea? Dari pertanyaan yang saya berikan ke siswa, mereka hanya bisa menjawab Yes and No saja. Kemudian saya mencoba menjelaskan tentang generic structure pada text procedure dan memberi contoh menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di papan tulis berdasarkan generic stucturenya. Untuk mengetahui apa yang saya sampaikan kepada siswa benar-benar dapat mereka pahami, saya membagi siswa ke delapan kelompok dalam delapan kelomok ini saya membagikan ke dalam empat kelompok lagi #empat kelompok mengerjakan soal menggunakan gambar sedangkan yang empat lainnya tidak menggunakan gamabar. Masing-masing kelompok mengejakan soal dengan tema yang sama. Soal yang diberikan berupa teks proedure dengan tema "How to make an Instant Noodles. Tujuan saya membagikan kelompok tersebut hanya ingin mengetahui sejauh mana keesulitan yang mereka hadapi dengan menggunakan gambar atau sebaliknya

Kurang lebih lima belas menit saya membrikan waktu kepada siswa untuk mengerjakan tugas kelompoknya, kemudian saya meminta siswa untuk membacakan hasil dari kerja kelompok mereka dan dari hasil kelompok yang tidak menggunakan gambar, saya memperoleh kalimat yang bervariasi. Akan tetapi jika siswa menggunakan gambar tingkat kesulitannya lebih rendah, meskipun kesalahan pada Grammar tidak dapat dihindari akan tetapi mereka hampir mampu menyusunnya dalam setiap langkah/ steps.

Pada akhir pertemuan saya mencoba bertanya tentang kesulitan mereka hadapi pada saat mengerjakan tugas kelompok. Ternyata dari jawaban siswa sama dengan apa yang saya amati yaitu..siswa tidak mengerti dengan maksud pertanyaan dari guru, merasa kebingungan membuat kalimat perintah seperti apa yang ada dalam teks procedure, kurangnya latihan dalam membuat kalimat, dan siswa tidak bisa meggunakan kamus karena dari siswa yaitu masing kosa kata (verb) misalnya tertulis dalam bentuk infinitive, misalnya kita mau memberi peritah 'rebus air' siswa mendapatkan kata dalam kamus "to boil water"

Melalui proses pembelajarann yang saya lakukan tersebut terdapat permasalahan dalam hal media. Memang tidak setiap pembelajaran saya mempersiapkan media, saya berharap saat itu dari penjelasan saya saja siswa bisa memahami apa itu teks procedure. Dan hal yang paling mendasar dari semua keslitan siswa adalah input yang dimiliki oleh siswa sangatlah kurang, dengan kata lain dari keseluruhan dari keseluruhan siswa hanya beberapa saja yang memiliki input di level rata-rata. Dari kesulitan-kesulitan siswa ini saya harus lebih memikirkan tentang strategi dan media yang akan saya gunakan, sehingga pada saat pertemuan yang kedua nanti saya berharap siswa saya tidak lagi menemukan kesulitan-kesulitan lagi..~_~..


Sabtu, 03 Maret 2012

MGMP Bahasa Inggris Epd.2


MUKADDIMAH



GURU MERUPAKAN KOMPONEN TERPENTING DALAM PROSES PENDIDIKAN, DAN GURU DIHARAPKAN DAPAT MENGEMBAN AMANAT UNTUK MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA SEBAGAIMANA TERTUANG DALAM PEMBUKAAN UUD 1945. AGAR HAL INI DAPAT TERCAPAI, MAKA TUNTUTAN TERHADAP PROFESIONALISME GURU HARUS SEGERA TERWUJUD.

Guru professional harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogek, kepribadian, sosial dan profesional (UU No.14/2005). Dengan demikian, selain terampil mengajar, seorang guru juga harus memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik. Disamping itu, profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip profesional. Diantara prinsip-prinsip professional tersebut adalah guru harus memiliki kompetensi untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan. Peran strategis guru ini akan sangat dipengaruhi dengan adanya kegiatan MGMP sebagai forum bagi guru untuk saling berbagi pengalaman dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran di kelasnya. Disamping itu pula untuk menumbuhkan sikap inovatif, kreatif dalam rangka mengembangkan potensi diri dan meningkatkan profesionalisme guru itu sendiri yang bermuara pada peningkatan prestasi anak secara optimal dengan strategi yang sistematis dan terarah yang pada gilirannya akan meningkatkan mutu pendidikan.





TUJUAN

Tujuan kegiatan MGMP Bahasa Inggris ini adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru Bahasa Inggris
2. Meningkatkan kemampuan guru dalam menyikapi permasalahan siswa
3. Mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam KBM
4. Meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Alat Evaluasi
5. Mengembangkan kemampuan guru dalam menggunakan Software Bahasa Inggris dan Internet
6. Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan PTK
7. Memperoleh Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB) bagi guru dalam jabatan




SASARAN

Sasaran kegiatan MGMP Bahasa Inggris Bermutu Kec. Utan ini adalah guru-guru Bahasa Inggris yang tergabung dalam gugus 07 yang terdiri dari 8 sekolah yaitu, SMP Negeri 1 Utan, SMP Negeri 2 Utan, SMP Muammadiyah Utan, SMP Al-Hikma Utan, SMP Negeri 1 Rhee, SMPN 2 SATAP Rhee, SMP Negeri 1 Buer dan SMP Negeri 2 Buer dengan jumlah anggota 18 orang yang terdiri dari 7 orang guru PNS dan 11 orang guru non PNS.




HASIL YANG DIHARAPKAN

Setelah melaksanakan kegiatan MGMP ini, diharapkan peserta dapat:
  • Meningkatnya kompetensi dan profesionalisme guru
  • Meningkatnya kemampuan guru dalam menyikapi permasalahan siswa
  • Berkembangnya kreativitas dan inovasi guru dalm KBM
  • Meningkatnya keterampilan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Alat Evaluasi
  • Berkembangnya kemampuan guru dalam penggunaan Software Bahasa Inggris dan Internet
  • Meningkatnya kemampuan guru dalam melaksanakan PTK/KTI
  • Memperoleh Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB)

Rabu, 01 Desember 2010

Case STUDY


Apakah selamanya guru dipersalahkan?
Oleh : Nasaruddin, S.Pd


Pada hari sabtu minggu lalu yang secara kebetulan akhir dari bulan oktober, saya masuk nagjar seperti yang sudah terjadwal yaitu dikelas VIII PRSBI. Dengan penuh semangat dan percaya diri karena sudah sipersiapkan semua kebutuhan belajar-mengajar pada malam harinya dengan harapan siswa/i ku barsemangat dan senang mendapatkan penjelasan materi dari saya supaya meraka juga bisa merasakan nikmatnya bisa menguasai bahasa internasional ini.
Sebelum pembelajaran saya mulai, saya pun melakukan proses pembelajaran dari awal secara berurutan mulai dari greeeting, aperseption dan tidak lupa pula saya memberikan pemaparan tentang tujuan dari pembelajaran kita saat itu yaitu agar siswa terampil dalam merangkai kata demi kata menjadi sebuah kalimat dan merangkaikan kalimat demi kalimat agar terbentuk sebuah paragrap dan serterusnya sehingga terbentuklah sebuah paragrap yang tertulis dalam bentuk teks recount.
Pada saat itu saya mencoba untuk mengembangkan speaking skill dari siswa/iku. Pada halaman 48, practice 2 dari Chapter 3 terdapat sebuah dialog ynag memberikan ilustrasi sekilas tentang jenis tulisan recount. Saya pun mencoba mengaplikasikan kata-kata yang sering saya ucapkan kepada siswa/iku sebagai stimulus bagi mereka yaitu “untuk menguasai bahasa inggris haruslah dengan kerja keras dan salah satu dari bentuk kerja keras itu adalah harus dihafal”. Saya mencoba memberikan meraka waktu 1x40 menit untuk menghafal, setelah saya bagi menjadi beberapa kelompok dimana perkelompok terdiri dari 3 siswa. Akan tetapi terlebih dahulu saya membacakan dialog yang sudah mereka lengkapi itu yang diikuti oleh mereka 2 kali.
Setelah 1x40 menit berlalu, saya mengacak kertas nama kelompok mereka untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk unjuk kebolehan. Satu demi satu kelompok dari siswaku maju sampai semua kelompok mendapatkan kesempatan untuk practice dan penilaianpun tetap saya lakukan dan saya melihat beberapa siswa practice their speaking skill without understanding well what they say according to the dialogue, dan itu merupakan kewajaran di dunia pendidikan, namun ketika saya menjelaskan lebih detail tentang dialaog yang mereka hafal itu ternyata masih ada beberapa siswa yang asyik bercanda dan tertawa sambil memainkan dasi ditangannya dengan temannya dan ada juga yang asyik buka laptop bukan dengan keperluan belajar namun melihat photo-photo dari teman-temannya.
Akhirnya saya sedikit emosi melihat ulah siswa ku itu, kemudian saya lansung ambil dasi tersebut dan saya lipat 4 untuk menghukumnya apabila dia tidak tahu makna kaliamat yang akan saya tanyakan. Kemudian saya tanyakan sebuah kata yang sudah saya terjemahkan tetapi dia tidak tahu maknanya karena ketika saya berikan penjelasan mendetail dia sedang asyik mein-main, dan saya pun memukulnya beberapa kali.
Tidak lama setelah saya hukum, belpun berbunyi yang menandakan pergantian jam pelajaran, namun sebelum saya akhiri, saya memberikan kesimpulan dari pembelajaaran kita saat itu dan tidak lupa saya selipkan beberapa nasehat dengan harapan kejadian serupa tidak terjadi lagi oleh pelaku yang sama.

Kesibukan Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris Dalam Wadah MGMP BERMUTU


Guru dewasa ini dipandang perlu oleh pemerintah dalam peningkatan kualifikasi penerapan sertifikasi guru sesuai Undang-Undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda serta Bank Dunia mengadakan kesepakatan untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan Program BERMUTU yang tujuannya difokuskan pada upaya peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan kinerja guru yang secara langsung dikaitkan dengan peningkatan mutu pembelajaran di dalam kelas.

Globalisasi yang mengharuskan bangsa Indonesia untuk mempersiapkan warga negara dengan kualitas dan daya kompetensi yang tinggi untuk mendukung terlaksananya proses belajar mengajar yang baik dan kondusif adalah dengan cara menyediakan guru yang berkualitas dan profesional, karena guru memiliki tugas utama yaitu: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini pada jalur pendidikan formal, dasar dan pendidikan menengah.

News Letter MGMP Bahasa Inggris BERMUTU Kec.Utan

Kinerja Guru dianggap masih kurang dalam peningkatan mutu belajar terutama kemauan yang belum termotivasi dalam menemukan inovasi-inovasi baru dalam hal peningkatan mutu dalam pembelajaran. Dengan demikian guru dituntut untuk mau berubah menuju kebaikan yang lebih bermartabat dan mengejar ketinggalannya.

Dan semestinya guru bisa memotivasi dirinnya sendiri sebagai "insan cendikia" yang pada dasarnya sudah bermartabat.

Guru diharapkan lebih pandai dan cerdas dari murid-muridnya berdasarkan "julukan" yang disandangnya oleh karenanya guru perlu memperkaya diri dengan materi dan referensi serta wawasan yang luas agar supaya output dan outcome yang diharapkan ke depan bisa maksimal

Sebagaimana yang dipaparkan oleh Kadis Diknas Kabupaten Sumbawa yang dilansir oleh Harian Gaung NTB Rabu, 29 September 2010, "Saya berharap guru dapat memanfaatkan waktu sebaik-sebaiknya untuk belajar karena berdasarkan pemantauan dan hasil monitoring pengawas di setiap kecamatan masih ditemukan guru yang tidak mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi proses pembelajaran" paparnya.

Berkaitan dengan hal tersebut Kadis Diknas Kab.Sumbawa Umar Idris juga memaparkan upaya lain pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan mutu guru dengan mengharuskan guru memiliki kualifikasi sesuai standar yaitu S1, minimal D4